Thursday, April 14, 2011

Pemerintah Jamin Keselamatan Karyawan Freeport

JAKARTA [PAPOS]- Pemerintah menjamin keselamatan karyawan PT Freeport Indonesia menyusul insiden penembakan yang menewaskan dua karyawan perusahaan tambang emas dan tembaga asal AS tersebut pada pekan lalu. Menteri ESDM Darwin Saleh di Jakarta, Senin mengatakan, aparat keamanan akan mengusut tuntas insiden penembakan tersebut. "Kami ingin insiden ini menjadi yang terakhir," katanya. Menurut dia, pemerintah melalui Menko Polhukam terus melakukan langkah-langkah konkrit termasuk kemungkinan penambahan personil keamanan di wilayah tersebut. Aparat keamanan, lanjutnya, tentunya juga akan menyisir wilayah tersebut untuk mencari kemungkinan masih adanya kelompok-kelompok bersenjata. "Kejadian ini tidak bisa dibiarkan. Kami minta aparat keamanan baik TNI maupun Polri mengejar dan menangkap siapapun pelakunya," katanya. Darwin juga mengatakan, pemerintah berkewajiban menjaga iklim investasi termasuk keamanannya. Juru bicara Freeport, Ramdani Sirait menambahkan, insiden tersebut tidak menggangu produksi Freeport. "Insiden terjadi jauh dari lokasi dan operasional tambang," katanya. Menurut dia, saat ini, aparat kepolisian masih melakukan identifikasi forensik atas kejadian itu. "Manajemen dan karyawan Freeport menyampaikan rasa duka dan kehilangan mendalam atas musibah ini," ujarnya. Dua petinggi keamanan Freeport yakni Daniel Mansawan dan Hari Siregar ditemukan tewas setelah mobil yang ditumpangi terbakar di ruas Jalan Tanggul Timur Mil 37 MA 220 menuju Kampung Nayaro, Kabupaten Mimika, Papua, pada Kamis (7/4) malam. Berdasarkan identifikasi pihak kepolisian, badan mobil yang ditumpangi Daniel dan Hari yang menjabat Manajer dan Chief Guard pada Departemen SRM wilayah dataran rendah itu, terdapat bekas tembakan. Daniel Mansawan telah dimakamkan di Timika dan Harry Bonatama Siregar dimakamkan di Jakarta.[bel/ant] Written by Bel/Ant/Papos Wednesday, 13 April 2011 00:00

No comments:

Post a Comment