Friday, April 15, 2011

Jenazah Karyawan Freeport Dipulangkan

TIMIKA [PAPOS]- Jenazah dua orang karyawan PT Freeport Indonesia masing-masing Daniel Mansawan dan Hari Siregar, Sabtu siang (9/4), diterbangkan dari Tembagapura menuju rumah duka di Kuala Kencana dengan menggunakan helikopter Airfast.

Begitu helikopter yang membawa peti jenazah Daniel dan Hari mendarat di helipet dekat Kantor Departemen Security Risk Manajemen (SRM) PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana sekitar pukul 11.00 WIT, para kerabat dan rekan kerja korban yang sudah menunggu pun larut dalam suasana duka.

Selanjutnya, peti jenazah kedua korban dibawa ke rumah duka di perumahan staf RW B Kuala Kencana. Informasi yang dihimpun dari kerabat korban menyebutkan jenazah Daniel dan Hari akan diterbangkan ke Jayapura selanjutnya Jakarta untuk dikebumikan ke kampung halaman mereka masing-masing pada Senin [11/4].

Sebelum diberangkatkan ke Jayapura dan Jakarta, jenazah Daniel dan Hari rencananya akan disemayamkan selama semalam di Kantor PT Freeport Indonesia Kuala Kencana.

Daniel dan Hari yang menjabat Manajer dan Chief Guard pada Departemen SRM PT Freeport Indonesia wilayah dataran rendah itu tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan setelah mobil yang mereka tumpangi terbakar di ruas jalan Tanggul Timur Mil 37 MA 220 menuju Kampung Nayaro, Kamis (7/4) malam.

TNI Dukung Penyisiran

Aparat TNI di Mimika, memberikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian setempat dalam melakukan penyisiran di areal PT Freeport Indonesia guna mencari dan menangkap pelaku yang telah menebar teror penembakan terhadap karyawan perusahaan itu.

Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika Letkol Inf Bonni Christian Pardede di Timika Minggu mengatakan, kegiatan razia senjata tajam dan senjata api di Kota Timika maupun penyisiran di sekitar lokasi kejadian penembakan terhadap mobil karyawan PT Freeport di Mil 37 MA 220 di ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro dilakukan bersama-sama oleh Polri dan TNI.

"Operasi gabungan Polri dan TNI bukan saja kali ini karena ada kejadian, tapi selama ini terus-menerus demikian. Semua kita kerja sama," kata Bonni.

Ia menampik sinyalemen bahwa TNI kecolongan dalam mengawal areal obyek vital nasional (obvitnas) itu lantaran lokasi penembakan dan pembakaran mobil hingga menewaskan dua petinggi security PT Freeport Indonesia pada Rabu (6/4) dan Kamis [7/4] lalu menjadi area pengamanan oleh sejumlah satuan TNI.

Bonni juga membantah keras tudingan berbagai kalangan yang menyebutkan TNI dan Polri selama ini tidak serius dalam memberikan jaminan keamanan kepada karyawan PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan privatisasi serta kontraktornya.

Penilaian seperti itu disampaikan oleh para karyawan Freeport saat menggelar aksi solidaritas di halaman Kantor Freeport Kuala Kencana dan Kantor DPRD Mimika."Jangan bilang kita tidak serius. Tidak pernah kita melaksanakan tugas dengan tidak serius. Semua kita pingin aman, tidak ada yang menghendaki terjadi sesuatu yang seperti ini," tegas Bonni

Menurut dia, soal jaminan keamanan karyawan dan seluruh masyarakat Mimika menjadi tugas dan tanggung jawab bersama semua pihak.

"Kalau bicara menjamin keamanan karyawan, yah harus semua. Diperlukan adanya sinergitas antarsemua komponen yang ada baik perusahaan maupun pemerintah daerah kalau memang kita semua menyadari bahwa perusahaan dan karyawan merupakan aset bangsa," jelas Bonni.

Kurang Peduli

Sementara itu sejumlah karyawan saat menggelar aksi solidaritas atas kematian dua rekan mereka di halaman Kantor Freeport Kuala Kencana, Sabtu (9/4) mengeluhkan kurang pedulinya Pemkab dan DPRD Mimika atas musibah kemanusiaan tersebut.

"Kasus kematian Daniel Mansawan dan Hari Siregar ini sungguh sangat tragis dan tidak manusiawi karena mereka dibunuh lalu dibakar seperti binatang. Tapi Pemda dan DPRD Mimika sepertinya kurang peduli dengan kejadian ini. Padahal selama ini Pemda Mimika hidup bergantung dari royalti dan pajak-pajak kami karyawan," tutur salah seorang karyawan tambang bawah tanah PT Freeport.

Kekecewaan itu disampaikan karyawan Freeport mengingat pada Jumat (8/4) sore ribuan karyawan menggelar aksi jalan kaki dari Terminal Gorong-gorong Timika menuju Kantor DPRD Mimika, namun setiba di rumah rakyat itu mereka hanya diterima oleh satu orang anggota DPRD yaitu Athanasius Allo Rafra.

Sementara 24 anggota DPRD Mimika yang lain termasuk Ketua, Trifena Tinal tidak berada di tempat. Trifena Tinal yang juga merupakan saudara kandung Bupati Mimika, Klemen Tinal dikhabarkan hingga saat ini bersama Bupati Klemen Tinal sedang bertugas ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi terkait masalah data kependudukan.

Menurut informasi yang dihimpun di Timika, DPRD Mimika akan mengagendakan rapat dengan sejumlah pihak untuk membahas masalah penembakan yang terjadi di areal PT Freeport Indonesia pada hari Selasa [12/4].

"Kalau rapatnya baru terjadi hari Selasa minggu depan, lalu mereka mau bicara apa lagi, padahal ini kasus pelanggaran HAM berat. Kami sangat kecewa dengan ketidakproaktifan institusi DPRD Mimika. Mereka tidak punya hati untuk tanggap terhadap masalah yang dialami warganya. Kami menyesal telah memilih mereka duduk di kursi legislatif," kritik salah seorang isteri karyawan yang ikut berdemo ke DPRD Mimika tahun 2009 saat terjadi kasus penembakan yang menewaskan warga Australia, Drew Nicholas Grant.

Pemerintah Prihatin

Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, merasa sangat prihatin dengan terjadinya berbagai kasus penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia hingga menewaskan dua petinggi keamanan perusahaan itu, Daniel Mansawan dan Hari Siregar.

Wakil Bupati Mimika H Abdul Muis di Timika, Minggu, mengatakan, pemerintah dan seluruh masyarakat Mimika berduka cita dan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Yah, kita sangat prihatin atas kejadian ini. Kami siap untuk memfasilitasi pertemuan semua pihak guna menyelesaikan masalah ini, karena karyawan yang meninggal ini juga adalah warga kami," kata Muis.

Menurut Muis, dengan masih terjadinya aksi teror penembakan di areal PT Freeport Indonesia meskipun lokasi kejadian terletak di luar ruas jalan tambang maka situasi itu mengindikasikan situasi keamanan di Mimika terutama di lingkungan perusahaan tambang emas, tembaga dan perak itu belum nyaman."Ini yang namanya aman tapi tidak nyaman," kata Muis.

Labfor

Guna mengungkap kasus teror penembakan terhadap karyawan Freeport, pada Sabtu [9/4] siang 10 orang anggota tim laboratorium forensik (labfor) polisi dari Makassar telah tiba di Timika.

Wakil Kepala Polres Mimika, Kompol Mada Indra Laksanta mengatakan tim labfor dari Makassar itu terdiri atas ahli balistik dan ahli kebakaran.

Dibantu oleh tim dari Polda Papua dan Satuan Reskrim Polres Mimika, tim labfor Makassar ini nantinya akan melakukan penyelidikan terhadap kendaraan LWB yang ditumpangi Daniel Mansawan dan Hari Siregar.

Kendaraan yang sudah hangus terbakar di Mil 37 MA 220 ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro, Kamis (7/4) itu kini telah diamankan di Polres Mimika.

Pada badan kendaraan ringan tersebut ditemukan beberapa lubang, diduga akibat terkena serentetan tembakan oleh orang tak dikenal.

Sementara itu jenazah Daniel dan Hari yang sejak Sabtu (9/4) sudah berada di rumah duka perumahan staf RW B Kuala Kencana dan rencananya pada Minggu siang akan disemayamkan di Kantor PT Freeport Indonesia hingga Senin (11/4) pagi sebelum diterbangkan ke Jayapura dan Jakarta untuk dikebumikan di kampung halaman mereka masing-masing.[bel/ant]

Written by Bel/Ant/Papos  
Monday, 11 April 2011 00:00

No comments:

Post a Comment